Kenyataan
Dalam sedikit pengetahuan yang saya miliki ada suatu hal yang saya imani bahwa apapun yang dialami seorang manusia dalam hidupnya adalah secara keseluruhan berada dalam kekuasaan Alloh. Tidak sekejap matapun kenyataan hidup yang dihadapi seorang manusia berada diluar pengetahuan Alloh.
Bahwa segalanya telah ditentukan, berapa rezeki yang didapat seorang manusia selama hidupnya, siapa jodohnya, bagaimana akhir hidupnya, adalah dalam pengetahuan Alloh dan bukan serta tidak akan pernah jadi pengetahuan manusia. Kita lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan berdasarkan apa yang kita punya, berdasarkan apa yang Rosululloh ajarkan.
Ada suatu waktu kenyataan itu begitu pahit dan menyakitkan, bahwa apa yang kita rencanakan dan kita inginkan kemudian bergulir menuju arah yang tidak kita kehendaki dan tidak kita inginkan, kemudian kita bersedih dan berduka. Wajar saja, akan tetapi harus kembali diingat, tidak ada rencana Alloh yang tidak baik bagi kita. Ada doa yang Rosululloh ajarkan ketika saat seperti itu menimpa kita, berikut doanya:
اللَّھُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِیَتِي بِیَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ ھُوَ لَكَ، سَمَّیْتَ بِھِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَھُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَھُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِھِ فِي عِلْمِ الْغَیْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِیْعَ قَلْبِي، وَنُوْرَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَھَابَ ھَمِّي.
“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba- Mu, anak dari hamba-Mu, ubun-ubunku (nasib-ku) ada di tangan-Mu, telah lalu hukum-Mu atasku, adil ketetapan-Mu atasku, aku mohon kepada-Mu dengan perantara semua nama milik-Mu yang Engkau namakan sendiri, atau Engkau turunkan dalam kitab- Mu, atau Engkau ajarkan seseorang dari hamba-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib disisi-Mu. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku dan pengusir keluh kesahku“.(HR Ahmad: 1/392,dishahihkan oleh Al-Albani)
Kalimat terakhir menjadi kunci doa ini, Jadikanlah Al Qur’an sebagai penawar hatiku, cahaya dalam dadaku, penghapus dukaku dan pengusir keluh kesahku. Dari awal doa ini kita diminta menyadari bahwa kita ini adalah mahkluk, adalah hamba yang segala aspeknya Alloh kuasai. Kita hanya bisa memohon atas nama-Nya, atas kebesaran-Nya dan hanya Alloh yang bisa menawarkan duka dan kegelisahan hati kita.
Semoga Alloh menguatkan hati kita dan selalu mencondongkan hati kita kepada ketaatan kepada-Nya.